Pagi itu tanggal 28 November 2009, persis 1 hari setelah Idul Adha atau biasa disebut lebaran haji, pagi yang indah cerah tidak turun hujan seperti biasanya, aku melangkahkan kaki dr ruang rias menuju mesjid kecil yang ada di Graha Vidya chandra, dan disana sudah menunggu orang2 yang saya sayangi, calon suamiku, orang tua, keluarga, sahabat dan teman2 kami.
Acarapun di mulai, jantungku rasanya mau copot ga bisa tenang deg2an terus, sampe akhirnya lelaki disebelahku mengucapkan janji sucinya, bukan hanya janji untukku, bukan hanya untuk orangtua ku, bukan hanya untuk orang2 yang datang tp juga janji pada Tuhan. Janji itu meluluhkan hatiku, dan mengundang tetesan air mata.
Alhamdulilah ucapku lirih dan mungkin hanya aku yang mendengar kata itu, setelah rangkaian acara kemarin saat siraman dimana aku bener2 nangis mohon maaf sama kedua orang tua, dan kakak2, juga ke kakaku persis yang aku dahului menikah. akhirnya acara akad nikahku selesai dan terlaksana dengan baik, ucapan janji suci nya tegas, lancar tanpa di ulang.
Hari sabtu itu, 28 Nov 09 aku resmi menjadi seorang istri untuk laki2 yang sudah aku pacari selama hampir 5 thn, laki2 yang membuat aku tersenyum bahagia, dan juga menangis dan terluka. laki2 yang aku cintai dan akan selalu aku jaga sampai akhir hayatku, semoga Tuhan meridhoi niatku.
Rangkaian acara tidak selesai di akad,masih ada serangkaian acara adat, karena aku orang sunda akhirnya kita pake beberapa adat yg ada di Sunda, suamiku orang minang tp memang kami sudah sepakat tidak memakai adat minang, hanya saja ada sentuhan minang di makannnya saja
seperti sate padang dan dendeng balado hehehe,
Mulai dr Saweran isi saweran itu, beras, uang recek 1000an, 500an dan 2000an yang biki kipas dan permen, karena aku anak bungsu jd si mama melempar “kanjut kundang” bentuknya seperti tas dr kain kecil yang isinya beberapa benda2 adat dan uang yang nilainya cukup besar, oh ya di salah satu uang kertas kipas pun ada door price nya tulisan handphone, jd yang dapet uang kertas tersebut bisa di tuker sama hp yang sudah disediakan panitia.
Setelah saweran masih ada lagi, “nincak endog” suamiku yang nginjek telor dan semacam kayu apa gituh namanya dengan melepas sepatu dan kaos kaki lalu aku membersihkan dengan air dan tisyu,
ada lagi, “huap lingkung” saling suap2an dan terakhir “pabetot2 bakaka ayam” katanya siapa yang dapet bagian lebih besar dia yang akan memberikan rezeki lebih besar di keluarganya, tp inimah mitos aja kali ya…. dan kmrn aku yg dapet bagian lebih besar hehehe
Akhirnya berdirilah 2 jam di pelaminan, pegel banget….. capek tp menyenangkan
yang terpenting dr semua itu adalah, dan harus aku sadari bahwa sekarang aku sudah menjadi seorang istri
bukan lg hanya aku menjaga diriku sendiri, tp juga menjaga suamiku.
Tuhan,
Terimakasih atas rahmatmu, karuniamu ini yang begitu besar, aku tau tidak semua orang diberikan karunia untuk menikah, dan engkau telah memberikan rahmatmu itu pada kami,
aku sadar setelah hampir 5 thn kami menjalin hubungan dan br di akhir tahun terakhir diberikan jalan nya untuk menikah, setelah aku ikhlas dan mungkin hampir butus asa serta terus berdoa, tangan Tuhan datang menyatukan kami dalam ikatan suci.
pernikahan ini bukan suatu akhir keberhasilan, justru inilah awal perjuangan dalam kehidupan, dimana kami bersatu tetapi tetap menjadi diri kami masing2 dengan saling mempengaruhi dalam kebaikan, saling mendukung dan meraih mimpi kami berdua, semakin kuat walau cobaan dan godaan itu pasti datang untuk meruntuhkan cinta kami.
Dengan dia lelaki yang telah aku pilih untuk menjaga hati ini, menjalani masa sekarang dan masa depan……
Aku tau tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini,
termasuk aku dan lelaki yang telah aku pilih untuk aku dampingi,
Suamiku,
telah kupenjarakan hati ini untukmu,
telah kusiapkan jiwa raga untuk merajut mimpi kita menjadi nyata
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
4:57 pm
akhirnyaa..ikut berbahagia, untukmu..:)