Just another ordinary pipiet
Sep
04

Awal bulan ramadhan ini sepertinya kesedihan blm juga ingin pergi dr aku, awal puasa mamaku tersayang sakit, ya memang mama sudah bisa dibilang tua belum lagi punya penyakit jantung dan darang tinggi jadi ada pemicu sedikit saja membuat mama akhirnya jd mudah sekali sakit (ringkih) dan harus selalu kontrol ke dokter, setelah mama membaik dan aku kembali ke Jakarta, tadi pagi sekali sehabis sahur aku di kejutkan oleh tlp dari bapakku, yang tiba2 bilang “pit, hati2 yah kalo bawa motor jangan ngebut2, Iis (sodara sepupuku temen sekolah dan seumuran denganku) jatoh dr motor dan di tabrak lari, masuk ICU koma karena otaknya tidak berfungsi, nafaspun pakai alat bantu ”.

Aku cuman bilang iya pak, aku pasti akan selalu hati2 dan gak akan ngelamun sambil bawa motor. Dan td siang bapaku tlp di saat aku meeting, begitu selesai meeting aku call back segera dan ternyata Bapak ngasih kabar kalo sodara sepupu tidak tertolong lagi :( , meninggal pulang ke rumah Alloh SWT Innalilahi wainalilahi rojiun , semoga arwah almarhumah di berikan tempat yang layak di sisi Tuhan amiinnn dan kami sekeluarga di berikan kesabaran dan ketabahan. Sedih rasanya ditinggal satu anggota keluarga, dia masih muda, masih single, anaknya baik, pendiam nggak kayak aku yang bawel setengah mati, dia juga cantik rasanya gak percaya karena memang gak sakit dulu. Aku gak bisa bayangin gimana nanti rasanya pas lebaran yang biasany kumpul2 bareng trus jd ada yg hilang :( .

Dan tau apa yang terjadi lagi sama mamaku, mama terlalu berpikir berlebihan, beliau ingat aku dan nangis terus sampe harus tinggal di rumah gak bisa kemana2, akhirnya aku coba menenangkan lewat telpon katanya “memang kematian itu sudah digariskan oleh Tuhan, tapi setidaknya kita bisa menghindarinya dengan berusaha salah satunya dengan tidak membawa motor” dan alhasil akupun harus berbohon bahwa aku gak akan naek motor lagi ya… semata2 untuk membuat bundaku tersayang tidak khawatir dan bisa tenang jauh dengan anaknya.

Belum selesai rasa sedihku karena kehilangan saudara sepupuku, bahkan aku belum sempat curhat berbagi sedihku dengan orang2 terdekatku, aku bertemu kembali dengan kesedihan memang bukan kematian (atau mungkin ini bukan kesedihan karena kematian secara fisik, tp aku rasanya mati) berita yang mematahkan harapanku, harapan akan sesuatu yang jauh disana yang mungkin tidak bisa kugapai lagi. Apa di dunia ini tidak ada yang bisa termaafkan? apakah didunia ini tidak ada hal yang bisa diperbaiki? apakah didunia ini tidak ada yang bisa berubah dan belajar? apakah kesempatan itu hanya datang 1 dan 2 kali saja? ………………….

Tuhan, saat ini di meja kerjaku, aku sendiri disini yang masih bertahan dikantor satu pintaku padaMu Tuhan kuatkan hatiku, berikan aku keikhlasan menerima semua, dan aku tidak ingin berburuk sangka padaMu, mungkin ini bayaran atas dosa2ku atau mungkin Engkau sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untukku.



5 Responses to “mendung kelabu”
  1. 1
    Epat Says:
    10:42 pm

    turut berduka sis…
    gusti alloh gak pernah sare sis…
    yang sabar, i knew u r a great woman ;-)

  2. 2
    Nana Says:
    11:29 am

    I’m so sorry to hear that,”Inna lillahi wainna illaihi raji’un”,
    Khusus buat pi2t..anggap semua yang terjadi di kamu merupakan fase “Kembali ke titik Nol”(semua seakan terjadi bersamaan),setiap orang pasti mengalami kok,dengan pencerahan diri yang tepat,aku yakin ini smua menjadikan dirimu semakin matang dan kuat. Buang jauh2 pikiran untuk mengeluh atas semuanya.
    Sorry yo pit agak panjang, ini bukti klo aku empati ama apa yg terjadi di kamu…(ini bukan rasa sok tau ku, ini sedikit bagian dari apa yang pernah aku alami). Ok Non…!!!

  3. 3
    dob Says:
    1:40 pm

    sabar dan tabah yaa…setiap kita akan melewati fase-fase seperti ini. keep strong!

  4. 4
    mensyukuri cobaan dan musibah Pinged With:
    2:39 pm

    […] Bersyukurlah… […]

  5. 5
    pipiet Says:
    8:39 pm

    *Nana : thanks nana atas empatinya, saya hanya menjalani mencoba melewati masa-masa ini, dan belajar banyak dari setiap kisah hidup yang aku alami. terimakasih ya atas dukungannya.

    *dob : iya, bersyukurlah aku bisa juga mengalami masa2 ini dan semoga aku mampu melewatinya dengan baik dan bijak.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment