Dalam kegelapan malam, aku menemukan selembar kertas yang bertuliskan, ……………….
Keisengan, Kecerobohan, kebodohan, cemburu, ketakutan hanya akan membuat diri kita merugi, sesuatu yang sudah kita bangun dengan tangan kita sendiri, dengan jerih payah kita sendiri semuanya bisa hancur dalam satu kedipan mata karena hal-hal itu. Dan rasanya sangat menyakitkan pada saat kita mengetahui ternyata bukan orang lain dan bukan siapapun yang menghancurkankan tapi diri sendiri yang merusaknya, merusak apa yang sudah di jaganya selama ini, ibarat setetes nila dalam sebejana susu yang akan merusak rasa susu itu sendiri.
Melakukan sesuatu karena iseng, sungguh awalnya aku hanya iseng dan ternyata hasilnya adalah konsekuensi yang harus di terima, memang sulit dan tentunya menyakitkan tapi semuanya terjadi dan benar2 terjadi, semua yang baik yang sudah ada hilang begitu saja karenanya, rasanya masih hangat pelukannya di tubuhku, masih aku cium wangi tubuhnya saat memelukku, aku setengah tidak percaya kenapa ini bisa terjadi lagi.
Beberapa hari ini, aku merasa ada sesuatu yg hilang dalam diriku, rasa kosong dan ketakutan ntah kenapa walau aku tau Tuhan sudah menggariskan jalan hidupku bahkan sudah menyiapkan jodohku sebelum aku lahir, kematianku, dan perpisahanku dengan orang-orang yang aku cintai, tp rasa ini selalu ada bahkan setiap aku bersujud menghadapNya hingga aku tak pernah berhenti memohon “Tuhan, kuatkan hatiku, berikan kesabaran dan keikhlasan, aku tau engkau akan memberikan yang terindah untukku walau aku sadar aku hambamu pendosa, karena Engkau Tuhan maha pengasih dan menyayang” dan setiap kulantunkan doa-doa, mengeluh, mengadu dan meminta padaNya air mata ini tak pernah berhenti menetes menemani sujudku.
Kamu tau kawan,
rasa sakit ini semakin menjalar di hatiku ketika aku ingat saat aku menatap jernih matanya, dan selalu kulihat ada cinta untukku disana walau ditengah lelahnya, ada kasih dan sayangnya yang selalu kurasakan walau disaat marahnya, aku mengakui dan menyadari setelah dia lari meninggalkan aku disana sendiri saat itu, sakit rasanya, aku tau ada keputusasaan darinya dalam menghadapi aku, aku menyesali semua sikapku dan sungguh aku tak pernah menyadari pentingnya untukmu hingga menjadi begini, wajarkah bila kuberharap satu kata maafku…, yang mungkin bisa merubah kenyataan ini dan kalau bisa dan Tuhan mengijinkan aku ingin berjanji untuk tidak lagi membuat orang-orang yang kucintai bersedih, sakit dan merusaknya. Aku gak peduli jika aku dianggap berlebihan terlalu mencinta, terlalu berharap dan terlalu terlalu serba terlalu semuanya terlalu seperti salah satu lirik lagu “ kutapeduli bila kubenar-benar cinta mati, kutakpeduli aku memang begini” hmmmm begitulah
dirinya tempatku bersandar, merapikan sendi-sendi putus, merajut impian menuju kebahagiaan dan meniti harapan di ujung keheningan, dia selalu ucapkan kata sayang saat kuresah menghapus rasa gundah yang selalu mendera, saat dirinya menatap mataku dengan sorot matanya, aku tersadar bahwa kau begitu menyayangiku, memberikan semua yang pernah tersisa, merenda detik demi detik kenangan kita walau aku harus menanti tanpa batas waktu, aku tak peduli lagi, bagai malam yang menanti datangnya siang bersama mentari sampai aku tau kau tak lagi mencintaiku.
Sungguh…
Tak ada lagi inginnya hati, menapaki jalan panjang ini, terlalu rapuh raga ini, terlalu sakit jiwa ini
Biarlah kusandarkan semua, biar waktu yang membawa segala hasrat yang terpendam, kemuara rasa yang telah kau hamparkan…….Tuhanku, hanya kepadamu kupasrahkan semua
biarkan hanya sang waktu yang memberikan jawabnya.
Karena kehidupan ini harus terus berjalan, untukku dan untuk orang-orang yang kucintai
2:36 pm
cuman mau ngomentarin lukisannya: fantastic!! pemandangan sunset yang benar-benar indah!
4:51 pm
*dob : makasih ya bie, btw kl tulisannya kepanjangan yah hueheeheheh (kayaknya ini postinganku terpanjang dech)
5:55 pm
setelah merelease lukisan-lukisannya, sekarang waktunya mewujudkan keinginan menjadi produser sinetron tah sis? sinetron cerita apa lagi ituh?
9:24 pm
bro, ini kisah nyata loe atau sekedar sajak indah???
ini gue banget men!!!
hhhh…
pahit men menerima kenyataan bahwa kita harus hancur karena ego yang gk jelas dr diri kita sendiri.