Just another ordinary pipiet
Sep
24
By: pipiet | Discussion (1)

Aku gak tau apakah ada hadis yang mengatur tentang makna buka puasa bersama, yang pasti yg bisa aku simpulkan disana ada care, perhatian, berbagi dan kebersamaan tentunya… wong namanya juga buka puasa bersama, atau juga sekedar bersosialisasi dan hang out, aku rasa sama maknanya dengan sahur bersama :) malah sahur bersama lebih hikmah dan romantis…….

Puasa thn ini, aku banyak melewatkan buka puasa di kantor saja….. (terimakasih pa Udin, yang selalu setia menyiapkan teh manis atau kolak untuk aku berbuka, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak ya…..) begitu adzan magrib minum tajil dan bekerja kembali.
Ada sedikit ingin dan harap di hati kecilku….. aku ingin berbuka puasa dengan nya…………
hmmmmm dasar manusia selalu merasa kurang, padahal Tuhan sudah memberikan banyak untukku yang mungkin orang lain tidak diberi oleh-Nya.
tp Tuhanku boleh kan kalo aku jujur ;) (membela diri mode on)



Sep
24
By: pipiet | Discussion (0)

Sedih rasanya, saat orang2 terkasihku membutuhkan bantuan dan aku tidak bisa membantunya, padahal selama ini mayoritas waktuku aku dedikasikan untuk pekerjaan, pulang larut malam, bahkan tak jarang pulang menjelang pagi untuk bekerja, bukan aku tidak bersyukur atas apa yang aku jalani ini tetapi rasanya miris saat hasil dr kerja kerasku tidak dapat membantu orang2 terkasihku, mungkin karena moment nya yang tidak tepat tapi apakah kita bisa menyalahkan ruang dan waktu? 

Saat ini untukku paling tepat adalah intropeksi diri, karena intropeksi diri adalah pembelajaran dan sekolah buat diri aku untuk terus belajar, meriview, dan belajar lagi dan meriview lagi terusssssss………



Sep
24
By: pipiet | Discussion (5)

Sering kita tidak sadari bahwa kita berbuat tidak adil terhadap orang2 terdekat kita, orang2 yang kita sayangi dan menyayangi kita, keluarga, kekasih dan sahabat. Sering kita menjaga perasaan orang lain, berusaha tidak menyinggung dan membuat marah orang lain, tetapi secara tidak sadar kita bisa dengan mudahnya marah terhadap orang terdekat kita, kita bisa dengan mudah marah, membentak dan tidak menghargai pengorbanan yang di lakukan orang-orang terdekat.

Coba kita sama2 ingat2 berapa kali kita tidak peduli dan tidak membalas sms dr orang terdekat kita, berapa kali kita tidak mengangkat tlp karena alasan sibuk meeting, berapa kali kita hanya bisa menanggapi dengan santai ketika kita di rawat saat sakit, di siapkan sarapan di pagi hari, di berikan selimut saat kita tidur, di beri ucapan sayang dan kecupan, semua seperti biasa saja nothing special. Dan berapa kali kita cemberut karena kesalahan kecilnya, marah karena kesal, emosi karena tersinggung sedikit semuanya kita lakukan pada orang2 terdekat kita.

Tapi sebaliknya, kita bisa sangat bertoleransi terhadap orang lain, dan orang yg baru kita kenal mungkin,  kita akan mati2an menjaga supaya orang lain tidak tersinggung, dan andai ada perhatian kecil dr orang lain rasanya selangit dan akan menjadi begitu tersanjung penuh arti dan pengorbanan. » Continue Reading



Sep
23
By: pipiet | Discussion (5)

lg ga ada ide, tp maksa pengen ngelukis hasilnya beginilah …………….

dsc00525.JPG dsc00529.JPG 

lukisan itu art dan semuanya memang dari hati harus dari hati :) untuk dapetin hasil yang maksimal kalo maksa lukis pdhal lg ga pengen lukis hasilnya juga ya minimalis



Sep
04
By: pipiet | Discussion (5)

Awal bulan ramadhan ini sepertinya kesedihan blm juga ingin pergi dr aku, awal puasa mamaku tersayang sakit, ya memang mama sudah bisa dibilang tua belum lagi punya penyakit jantung dan darang tinggi jadi ada pemicu sedikit saja membuat mama akhirnya jd mudah sekali sakit (ringkih) dan harus selalu kontrol ke dokter, setelah mama membaik dan aku kembali ke Jakarta, tadi pagi sekali sehabis sahur aku di kejutkan oleh tlp dari bapakku, yang tiba2 bilang “pit, hati2 yah kalo bawa motor jangan ngebut2, Iis (sodara sepupuku temen sekolah dan seumuran denganku) jatoh dr motor dan di tabrak lari, masuk ICU koma karena otaknya tidak berfungsi, nafaspun pakai alat bantu ”.

Aku cuman bilang iya pak, aku pasti akan selalu hati2 dan gak akan ngelamun sambil bawa motor. Dan td siang bapaku tlp di saat aku meeting, begitu selesai meeting aku call back segera dan ternyata Bapak ngasih kabar kalo sodara sepupu tidak tertolong lagi :( , meninggal pulang ke rumah Alloh SWT Innalilahi wainalilahi rojiun , semoga arwah almarhumah di berikan tempat yang layak di sisi Tuhan amiinnn dan kami sekeluarga di berikan kesabaran dan ketabahan. Sedih rasanya ditinggal satu anggota keluarga, dia masih muda, masih single, anaknya baik, pendiam nggak kayak aku yang bawel setengah mati, dia juga cantik rasanya gak percaya karena memang gak sakit dulu. Aku gak bisa bayangin gimana nanti rasanya pas lebaran yang biasany kumpul2 bareng trus jd ada yg hilang :( .

Dan tau apa yang terjadi lagi sama mamaku, mama terlalu berpikir berlebihan, beliau ingat aku dan nangis terus sampe harus tinggal di rumah gak bisa kemana2, akhirnya aku coba menenangkan lewat telpon katanya “memang kematian itu sudah digariskan oleh Tuhan, tapi setidaknya kita bisa menghindarinya dengan berusaha salah satunya dengan tidak membawa motor” dan alhasil akupun harus berbohon bahwa aku gak akan naek motor lagi ya… semata2 untuk membuat bundaku tersayang tidak khawatir dan bisa tenang jauh dengan anaknya.

Belum selesai rasa sedihku karena kehilangan saudara sepupuku, bahkan aku belum sempat curhat berbagi sedihku dengan orang2 terdekatku, aku bertemu kembali dengan kesedihan memang bukan kematian (atau mungkin ini bukan kesedihan karena kematian secara fisik, tp aku rasanya mati) berita yang mematahkan harapanku, harapan akan sesuatu yang jauh disana yang mungkin tidak bisa kugapai lagi. Apa di dunia ini tidak ada yang bisa termaafkan? apakah didunia ini tidak ada hal yang bisa diperbaiki? apakah didunia ini tidak ada yang bisa berubah dan belajar? apakah kesempatan itu hanya datang 1 dan 2 kali saja? ………………….

Tuhan, saat ini di meja kerjaku, aku sendiri disini yang masih bertahan dikantor satu pintaku padaMu Tuhan kuatkan hatiku, berikan aku keikhlasan menerima semua, dan aku tidak ingin berburuk sangka padaMu, mungkin ini bayaran atas dosa2ku atau mungkin Engkau sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untukku.



Sep
03
By: pipiet | Discussion (4)

Dalam kegelapan malam, aku menemukan selembar kertas yang bertuliskan, ……………….
dsc00495.JPG
Keisengan, Kecerobohan, kebodohan, cemburu, ketakutan hanya akan membuat diri kita merugi, sesuatu yang sudah kita bangun dengan tangan kita sendiri, dengan jerih payah kita sendiri semuanya bisa hancur dalam satu kedipan mata karena hal-hal itu.  Dan rasanya sangat menyakitkan pada saat kita mengetahui ternyata bukan orang lain dan bukan siapapun yang menghancurkankan tapi diri sendiri yang merusaknya, merusak apa yang sudah di jaganya selama ini, ibarat setetes nila dalam sebejana susu yang akan merusak rasa susu itu sendiri.

Melakukan sesuatu karena iseng, sungguh awalnya aku hanya iseng dan ternyata hasilnya adalah konsekuensi yang harus di terima, memang sulit dan tentunya menyakitkan tapi semuanya terjadi dan benar2 terjadi, semua yang baik yang sudah ada hilang begitu saja karenanya, rasanya masih hangat pelukannya di tubuhku, masih aku cium wangi tubuhnya saat memelukku, aku setengah tidak percaya kenapa ini bisa terjadi lagi.

Beberapa hari ini, aku merasa ada sesuatu yg hilang dalam diriku, rasa kosong dan ketakutan ntah kenapa walau aku tau Tuhan sudah menggariskan jalan hidupku bahkan sudah menyiapkan jodohku sebelum aku lahir, kematianku, dan perpisahanku dengan orang-orang yang aku cintai,  tp rasa ini selalu ada bahkan setiap aku bersujud menghadapNya hingga aku tak pernah berhenti memohon “Tuhan, kuatkan hatiku, berikan kesabaran dan keikhlasan, aku tau engkau akan memberikan yang terindah untukku walau aku sadar aku hambamu pendosa, karena Engkau Tuhan maha pengasih dan menyayang” dan setiap kulantunkan doa-doa, mengeluh, mengadu dan meminta padaNya air mata ini tak pernah berhenti menetes menemani sujudku.

» Continue Reading